Showing posts with label Tips Untuk Rumah. Show all posts
Showing posts with label Tips Untuk Rumah. Show all posts

Wednesday, 22 May 2013

Cara Memasang Keramik Dinding

Selamat datang!

Kali ini kami ingin mencoba membahas mengenai cara/teknik pemasangan keramik dinding.

Untuk apa ya? Kan yang pasang keramik nantinya tukang, bukan Anda sendiri?
Eits, jangan salah. Dengan membaca artikel ini Anda bisa menambah wawasan Anda soal proses konstruksi, sehingga nantinya Anda bisa menyeleksi mana tukang yang kerjanya bagus dan mana yang tidak. Karena nantinya kan hasil akhirnya menyangkut rumah Anda dan kepuasan Anda sendiri :)
Mari kita mulai…
Ada berbagai macam cara memasang keramik, disini kami mencoba menjabarkan cara yang baik dan benar yang biasa kami lakukan di lapangan :
1. Rendam keramik yang akan dipasang kurang lebih 15-30 menit sebelum digunakan.

Rendam keramik.
Kondisi keramik sesudah direndam
Hal ini dilakukan supaya bagian bawah keramik yang masih berpori dapat menyerap air, sehingga sewaktu diberi adukan semen bisa menempel atau menyatu (Bila tidak diberi air maka air dalam adukan semen akan terserap oleh keramik. Dan adukan semen akan menyusut sehingga menyisakan ruang kosong serta membuat keramik tidak menempel dengan baik. Setelah sekian waktu kemungkinan keramik bisa terlepas dari tempatnya).


2. Tempelkan adukan semen dan pasir  pada dinding yang akan dipasang keramik. Lalu biarkan sebentar, supaya agak mengering. Usahakan agar adukan semen dan pasirnya jangan terlalu encer agar dapat menempel dengan baik pada dinding.

Menempelkan adukan semen pada dinding.
Adukan semen yang kental.
3. Ketika hendak diletakkan pada dinding, beri kembali sedikit air pada bagian belakangnya untuk memastikan bahwa keramik tetap dalam kondisi basah ketika diberi lapisan semen.  

Basahi kembali bagian belakang keramik
4. Berikan adukan semen pada bagian belakang keramik.
Ratakan lapisan semen tersebut. Untuk bagian pinggir keramik jangan diberi semen terlalu tebal, karena ketika keramik ditekan/dipukul untuk meratakan permukaannya, lapisan semen yang di tengah akan lari ke arah pinggir dan mengisi ruang kosong tersebut.

Pelapisan semen pada keramik
Ratakan sampai ke bagian pinggir
Bila pada pinggiran keramik diberi terlalu banyak semen, nantinya keramik akan sulit untuk ditekan/diratakan. Juga akan mengotori permukaan keramik karena semen akan keluar/muncrat kemana-mana dan pada akhirnya jadi pemborosan bahan. 

5. Letakkan keramik pada posisinya lalu tekan/pukul dengan palu karet agar permukaannya sejajar dengan tali atau keramik di sebelahnya.

Ratakan permukaan keramik dengan palu karet.
Paku penahan agar keramik tidak turun posisinya.
Untuk keramik dinding, pemasangan dimulai dari bagian paling atas ke bagian paling bawah. Untuk menahan agar posisi keramik tidak melorot ke bawah, gunakan paku sebagai pengganjal.  

6. Setelah itu berikan spacer atau patokan besar nat keramik.

Spacer untuk nat keramik
 Bisa menggunakan berbagai macam benda yang kira-kira sesuai tebalnya serta sama ukurannya satu dan lainnya. 

7. Lalu tekan/pukul dengan palu karet sehingga keramik menjepit spacer tersebut.

Merapatkan nat keramik bagian atas
Ini dimaksudkan agar besarnya nat keramik sama semua (seragam).  

8. Cek kembali apakah permukaannya sudah rata dengan bagian atas, bawah atau sampingnya.
Cek bagian ujung keramik
Karena dalam proses produksinya kemungkinan terdapat beberapa buah keramik yang kondisinya melengkung, sehingga bagian pojok atas kiri atau kanan sudah rata tetapi bagian bawah kiri atau kanannya bisa jadi menonjol keluar atau malah masuk ke dalam. 

9. Isi bagian samping dan bawah keramik agar tidak ada sisa ruang kosong.

Isi bagian samping keramik.
Bagian dalam yang kosong akan mengakibatkan keramik kurang kuat menghadapi tekanan nantinya. Siapa tahu di bagian tersebut akan dipasang tempat handuk yang perlu dibor atau dipaku. Bila bagian tersebut kosong maka keramik akan mudah pecah. 

10. Jangan lupa untuk membersihkan permukaan keramik.

Bersihkan permukaan keramik.
Pada waktu pemasangan biasanya permukaan keramik akan terkena adukan semen. Pada dasarnya keramik memiliki lapisan glaze yang membuat kotoran dan semen tidak mudah menempel, namun alangkah baiknya jika keramik Anda yang baru ini dibersihkan supaya terlihat bersih dan mengkilap.
11. Biarkan beberapa waktu, agar adukan semen mengering dan keramik diam pada tempatnya ketika paku penahan dicabut.

Keramik yang sudah dicabut paku penahannya.
Bila keramik bergeser setelah dicabut paku penahannya, rapikan kembali keramik pada posisi yang benar dan berikan sedikit semen kering pada bagian bawah, atas atau sampingnya. Hal ini untuk mempercepat adukan semen supaya mengering dan mengeras. 

12. Untuk pemasangan keramik berikutnya prosesnya mengulang kembali dari atas.

Bersihkan bagian samping keramik
Namun sebelum meletakkan keramik, pastikan bagian samping atau bawah keramik yang sebelumnya bersih dari gumpalan atau sisa-sisa semen agar tidak ada yang mengganjal diantara kedua keramik dan besarnya nat bisa disesuaikan atau disamaratakan.

Demikianlah langkah-langkah yang biasa kami lakukan pada saat memasang keramik di proyek kami.  Semoga artikel ini membantu menambah wawasan Anda untuk semakin memahami proses konstruksi. Salam sukses selalu.

Cara Memasang Keramik Dinding

Selamat datang!
Kali ini kami ingin mencoba membahas mengenai cara/teknik pemasangan keramik dinding.

Untuk apa ya? Kan yang pasang keramik nantinya tukang, bukan Anda sendiri?
Eits, jangan salah. Dengan membaca artikel ini Anda bisa menambah wawasan Anda soal proses konstruksi, sehingga nantinya Anda bisa menyeleksi mana tukang yang kerjanya bagus dan mana yang tidak. Karena nantinya kan hasil akhirnya menyangkut rumah Anda dan kepuasan Anda sendiri :)
Mari kita mulai…
Ada berbagai macam cara memasang keramik, disini kami mencoba menjabarkan cara yang baik dan benar yang biasa kami lakukan di lapangan :
1. Rendam keramik yang akan dipasang kurang lebih 15-30 menit sebelum digunakan.

Rendam keramik.
Kondisi keramik sesudah direndam
Hal ini dilakukan supaya bagian bawah keramik yang masih berpori dapat menyerap air, sehingga sewaktu diberi adukan semen bisa menempel atau menyatu (Bila tidak diberi air maka air dalam adukan semen akan terserap oleh keramik. Dan adukan semen akan menyusut sehingga menyisakan ruang kosong serta membuat keramik tidak menempel dengan baik. Setelah sekian waktu kemungkinan keramik bisa terlepas dari tempatnya).


2. Tempelkan adukan semen dan pasir  pada dinding yang akan dipasang keramik. Lalu biarkan sebentar, supaya agak mengering. Usahakan agar adukan semen dan pasirnya jangan terlalu encer agar dapat menempel dengan baik pada dinding.

Menempelkan adukan semen pada dinding.
Adukan semen yang kental.
3. Ketika hendak diletakkan pada dinding, beri kembali sedikit air pada bagian belakangnya untuk memastikan bahwa keramik tetap dalam kondisi basah ketika diberi lapisan semen.  

Basahi kembali bagian belakang keramik
4. Berikan adukan semen pada bagian belakang keramik.
Ratakan lapisan semen tersebut. Untuk bagian pinggir keramik jangan diberi semen terlalu tebal, karena ketika keramik ditekan/dipukul untuk meratakan permukaannya, lapisan semen yang di tengah akan lari ke arah pinggir dan mengisi ruang kosong tersebut.

Pelapisan semen pada keramik
Ratakan sampai ke bagian pinggir
Bila pada pinggiran keramik diberi terlalu banyak semen, nantinya keramik akan sulit untuk ditekan/diratakan. Juga akan mengotori permukaan keramik karena semen akan keluar/muncrat kemana-mana dan pada akhirnya jadi pemborosan bahan. 

5. Letakkan keramik pada posisinya lalu tekan/pukul dengan palu karet agar permukaannya sejajar dengan tali atau keramik di sebelahnya.

Ratakan permukaan keramik dengan palu karet.
Paku penahan agar keramik tidak turun posisinya.
Untuk keramik dinding, pemasangan dimulai dari bagian paling atas ke bagian paling bawah. Untuk menahan agar posisi keramik tidak melorot ke bawah, gunakan paku sebagai pengganjal.  

6. Setelah itu berikan spacer atau patokan besar nat keramik.

Spacer untuk nat keramik
 Bisa menggunakan berbagai macam benda yang kira-kira sesuai tebalnya serta sama ukurannya satu dan lainnya. 

7. Lalu tekan/pukul dengan palu karet sehingga keramik menjepit spacer tersebut.

Merapatkan nat keramik bagian atas
Ini dimaksudkan agar besarnya nat keramik sama semua (seragam).  

8. Cek kembali apakah permukaannya sudah rata dengan bagian atas, bawah atau sampingnya.
Cek bagian ujung keramik
Karena dalam proses produksinya kemungkinan terdapat beberapa buah keramik yang kondisinya melengkung, sehingga bagian pojok atas kiri atau kanan sudah rata tetapi bagian bawah kiri atau kanannya bisa jadi menonjol keluar atau malah masuk ke dalam. 

9. Isi bagian samping dan bawah keramik agar tidak ada sisa ruang kosong.

Isi bagian samping keramik.
Bagian dalam yang kosong akan mengakibatkan keramik kurang kuat menghadapi tekanan nantinya. Siapa tahu di bagian tersebut akan dipasang tempat handuk yang perlu dibor atau dipaku. Bila bagian tersebut kosong maka keramik akan mudah pecah. 

10. Jangan lupa untuk membersihkan permukaan keramik.

Bersihkan permukaan keramik.
Pada waktu pemasangan biasanya permukaan keramik akan terkena adukan semen. Pada dasarnya keramik memiliki lapisan glaze yang membuat kotoran dan semen tidak mudah menempel, namun alangkah baiknya jika keramik Anda yang baru ini dibersihkan supaya terlihat bersih dan mengkilap.
11. Biarkan beberapa waktu, agar adukan semen mengering dan keramik diam pada tempatnya ketika paku penahan dicabut.

Keramik yang sudah dicabut paku penahannya.
Bila keramik bergeser setelah dicabut paku penahannya, rapikan kembali keramik pada posisi yang benar dan berikan sedikit semen kering pada bagian bawah, atas atau sampingnya. Hal ini untuk mempercepat adukan semen supaya mengering dan mengeras. 

12. Untuk pemasangan keramik berikutnya prosesnya mengulang kembali dari atas.

Bersihkan bagian samping keramik
Namun sebelum meletakkan keramik, pastikan bagian samping atau bawah keramik yang sebelumnya bersih dari gumpalan atau sisa-sisa semen agar tidak ada yang mengganjal diantara kedua keramik dan besarnya nat bisa disesuaikan atau disamaratakan.

Demikianlah langkah-langkah yang biasa kami lakukan pada saat memasang keramik di proyek kami.  Semoga artikel ini membantu menambah wawasan Anda untuk semakin memahami proses konstruksi. Salam sukses selalu.

Tips Memilih Keramik Yang Tepat

Tips Memilih Keramik Yang Tepat[civiliana] - Tips Memilih Keramik Yang Tepat : Penggolongan Produk serta Kesesuaian Letak, Warna, Motif dan Ukuran Keramik.
Lantai yang indah menjadi dambaan setiap pemilik rumah. Nilai estetis suatu lantai memberikan tampilan indah sesuai tuntutan trend. Tuntutan ini akan dapat terjawab bila tepat memilih keramik.
Ini disebabkan di pasaran ditawarkan beragam jenis, motif, warna, ukuran, kualitas, dan merek produk keramik. Oleh karena itu, kesalahan memilih keramik akan berakibat pada pembengkakan biaya karena harus dibuat ulang atau mungkin juga penyesalan bila akhirnya tidak ada perbaikan. Selain itu, pemilihan yang tepat juga akan mempengaruhi daya awet, kenyamanan, dan tampilan. Untuk itulah, pemilihan produk keramik menjadi kegiatan penting yang harus dirancang dan direncanakan sebelumnya.
Misalkan saja direncanakan akan dipasang keramik untuk lantai kamar mandi, tetapi keramik yang dibeli berpermukaan licin. lni jelas salah karena untuk kamar mandi sebaiknya memiliki permukaan kasar. Penyebabnya karena kamar mandi sering basah. Bila lantainya licin maka pengguna kamar mandi kemungkinan akan terjatuh akibat terpeleset.
Pengetahuan tentang penggolongan produk sangat penting untuk dipahami. Hal ini mengingat hasil pemasangan harus memenuhi tujuan atau kriteria pemasangan yang diinginkan. Beberapa hal yang terkait dengan penggolongan produk adalah tampilan fisik, karakter, kualitas, dan harga.
Tampilan Fisik
Tampilan fisik merupakan awal dari suatu pandangan sehingga dapat dipastikan corak dan warna yang akan dipakai. Dari tampilan fisik ada tiga penggolongan ubin keramik, yaitu ubin keramik dekoratif, ubin keramik embossed, dan ubin keramik polos.
ubin keramik dekoratif
Ubin Keramik Dekoratif
ubin keramik polos
Ubin Keramik Polos
ubin keramik embossed
Ubin Keramik Embossed
Ubin keramik dekoratif paling digemari saat ini. Ubin keramik dekoratif ini muncul di pasaran dengan beragam motif seperti marmer, kayu, granit, dan batu alam.
Ubin keramik embossed memiliki permukaan tidak rata yang umumnya dipasang di luar atau di kamar mandi.
Sementara ubin keramik polos atau tanpa corak memiliki permukaan yang mengilap ataupun tanpa kilap (doof).
Perbedaan polos dan embossed lebih ditekankan pada posisi, yaitu polos (plain) dan embossed (permukaan tidak rata). Ketiga perbedaan tadi lebih ditekankan pada posisi atau letak keramik akan ditempatkan.
Secara umum keramik yang beredar di pasaran adalah keramik dengan permukaan doof (tidak mengilap atau tidak licin) dan mengilap atau licin. Untuk keramik licin umumnya tidak bertekstur.
Sementara ukuran keramik sering dijumpai di pasaran adalah ketebalan 5-10 mm dan ukuran sisi-sisi 60 cm x 60 cm, 45 cm x 45 cm, 30 cm x 30 cm, dan 20 cm x 20 cm (untuk lantai).
Sementara untuk ukuran dinding pada umumnya menggunakan
30 cm x 30 cm, 30 cm x 20 cm, LL 20 cm x 20 cm, dan 20 cm x 10 cm.
Karakter
Pada saat akan memilih keramik agar sesuai dengan ruangan yang akan dilapisinya maka kecermatan dalam memilih jenis produk akan mempengaruhi tampilan.
Ada tiga faktor utama yang akan membentuk karakter sebuah ubin keramik, yaitu warna, motif, dan ukuran. Warna terang, motif polos, dan ukuran besar akan menghasilkan suatu tampilan yang luas. Sementara warna gelap, motif polos, dan bercorak akan menghasilkan suatu tampilan yang eksklusif.
Keramik dengan permukaan yang kasar dan tidak licin membuatnya lebih kuat terhadap gesekan sehingga sangat sesuai diletakkan di ruang luar atau di tempat umum.
Kualitas
Kualitas produk sangat tergantung pada kemurnian bahan yang sangat terkait dengan standar mutu bahan, kepadatan, dan hasil pembakaran. Selain ketiga faktor tersebut, hal lain yang perlu diperhatikan adalah permukaan yang tahan terhadap goresan dan keretakan, balk dasar ubin maupun permukaan atasnya. Sebagai contoh, ubin polos dan doof yang dipasang pada kamar mandi akan tetap utuh meskipun selalu terkena sikat pada saat kamar mandi dibersihkan. Selain itu, pemberian glasir pada permukaannya sangat mempengaruhi tampilan, khususnya tampilan fisik, serta memperkuat ketahanan terhadap muatan di atasnya maupun terhadap air, kecuali muatan di atasnya tersebut sangat berat atau melebihi dari bebannya.
Harga
Para konsumen dituntut harus jell memilih keramik. In' disebabkan di pasaran, variasi produk dan harga sangat beragam. Beberapa faktor yang mempengaruhi harga adalah warna, ukuran, motif, dan tekstur. Keempat faktor inilah yang dapat dijadikan acuan konsumen dalam memilih keramik. Harga yang lebih mahal merujuk pada warna lebih gelap, ukuran lebih besar, serta tektur dan motif lebih bervariasi.
Sering kali ditemukan istilah KW1, KW2, dan KW3 pada keramik. Istilah KW1 adalah kualitas terbaik pada keramik, sedangkan KW2 dan KW3 adalah keramik yang terdapat cacat produksi seperti sebagian permukaan tidak rata, warna tidak rata, atau cacat-cacat lainnya. Perbedaan ini berpengaruh pada harga.
Memilih Keramik Yang Tepat
Selain pengetahuan tentang mutu dan penggolongan produk, pemilihan keramik yang tepat juga erat kaitannya dengan Kesesuaian Letak Keramik, Kesesuaian dalam Pemilihan Warna, Pemilihan Motif, serta Kesesuaian Ukuran Keramik dengan Karakter Ruang.
Sesuaikan dengan Letak Keramik
"Di mana keramik akan dipasang?" Hal ini menjadi pertanyaan penting yang harus diperhatikan. Peletakan keramik menjadi syarat utama dalam penentuan jenis keramik yang akan dipilih.
  1. Tujuan pemasangan keramik
Pada sebuah rumah tinggal, terdapat bagian rumah di dalam dan di luar. Tujuan pemasangan keramik di dalam biasanya berbeda dengan di luar rumah. Di luar rumah keramik akan banyak terpengaruh dengan keadaan cuaca, sedangkan di dalam rumah tidak terpengaruh. Namun, bukan berarti di dalam rumah pun tidak akan ada ruang yang banyak menggunakan air. Di bagian yang terkena air biasanya menggunakan keramik yang berbeda dengan yang tidak terkena air.
Pada umumnya perletakan keramik di dalam maupun di luar rumah mempunyai beberapa tujuan. Namun, tujuan utama penggunaan keramik atau perletakan keramik yang paling populer adalah sebagai penutup lantai, penutup dinding, penutup bak kamar mandi, dan penutup meja kerja dapur. Untuk tujuan-tujuan tersebut digunakan keramik dari beragam jenis, ukuran, dan wujud fisik permukaannya. Untuk mempermudah mengetahui permukaannya, selain dengan cara dilihat, dapat juga dengan cara diraba. Permukaan licin biasanya dipasang pada dinding dan permukaan kasar yang biasanya dipasang pada lantai kamar mandi agar tidak terpeleset jika dilalui.
Secara garis besar, pemasangan keramik dibagi menjadi dua lokasi, yaitu pemasangan di dalam rumah dan di luar rumah. Pada pemasangan di dalam rumah, keramik yang digunakan cenderung memiliki permukaan halus dan berukuran 40 cm x 40 cm. Tujuannya agar setelah terpasang lantai tersebut terlihat lugs dan memudahkan pembersihan. Untuk lantai kamar mandi umumnya menggunakan keramik yang permukaannya kasar agar tidak mudah terpeleset. Sementara untuk bak kamar mandi, sebagai penutupnya pasti menggunakan keramik dengan permukaan licin agar mudah dibersihkan. Untuk penutup meja dapur, keramik yang digunakan tergantung pada selera pemilik rumah, yaitu dapat menggunakan keramik dengan permukaan licin maupun kasar atau bermotif maupun polos.
Bila sudah ditentukan tujuannya maka dapat ditentukan jenis keramiknya. Di luar umumnya digunakan jenis keramik embossed (permukaan tidak rata) agar tidak licin bila terkena air. Sementara di dalam rumah digunakan keramik polos (plain) atau bermotif (motif marmer, kayu, granit) agar terlihat lembut dan ruangan terkesan luas.
Walaupun umumnya keramik polos sering dipasang di dalam rumah bukan berarti keramik ini tidak dapat dipasang di luar rumah, di teras rumah pun keramik polos dapat digunakan. Bahkan ada juga yang memasang jenis keramik kombinasi di teras rumah. Artinya, dipasang keramik dengan permukaan tidak rata dikombinasikan dengan keramik polos atau licin. Di dalam rumah pun demikian.
  1. Fleksibilitas dan estetika keramik
Pada awalnya manusia mempunyai angan-angan akan sebuah hunian yang sehat, aman, dan nyaman, baik berwujud tempat tinggal maupun lingkungan kerja, yang pada penilaian akhir akan mencerminkan kepribadiannya. Dalam interior bangunan, unsur keramik dapat diaplikasikan ke dalam berbagai macam situasi. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan teknologi maka keramik dapat difungsikan sebagai penutup lantai, penutup dinding, penutup bak kamar mandi, penutup meja kerja dapur, hingga peralatan makan dan pajangan rumah. Sementara tingkat fleksibilitas keramik sebagai elemen estetika cukup tinggi. Bentuk dan ukurannya pun cukup variatif.
  1. Keramik untuk interior ( Ruang Dalam )
  1. Lantai
  2. Pada lantai ruang interior, keberadaan lantai berfungsi untuk menahan beban, balk beban mati maupun beban hidup, misalnya beban manusia itu sendiri maupun beban furnitur yang terletak di atasnya. Desain, bentuk, dan corak keramik untuk penutup lantai di ruang interior sangat beragam, ada keramik yang bermotif polos, bercorak seperti bahan bangunan yang lain (contohnya batu atau kayu). Untuk warna keramiknya, terdapat varian warna yang sangat beragam, mulai dari warna terang, warna gelap, dan warna netral. Sementara untuk membuat lantai terlihat luas, dapat disikapi dengan pemasangan naat selebar 1 cm seperti pemasangan marmer.
  3. Dinding
  4. Dinding adalah sebuah konstruksi yang sifatnya tidak menahan beban sehingga hanya berfungsi sebagai pemisah dan pembatas antarruang. Oleh sebab itu, pemasangan keramik pada dinding hanya bersifat estetika saja, kecuali bagian dasar dinding yang bersifat melindungi dinding dari kain pel pada saat dibersihkan.
    Pemasangan keramik pada dinding dapur umumnya dilakukan di dekat meja kerja dapur. Pemasangan keramik ini berfungsi agar mudah dibersihkan bila ada cipratan minyak maupun sabun cuci. Dengan makin berkembangnya desain keramik maka kombinasi atau perpaduan warna, tekstur, dan bentuk dapat dilakukan.
  1. Keramik untuk kamar mandi
  1. Lantai
  2. Keramik yang tidak licin bila terkena air sangat cocok dipakai sebagai lantai kamar mandi. Pilihan keramik yang paling aman untuk lantai kamar mandi adalah keramik bertektur atau permukaan keramik yang bila disentuh seperti berpasir. Pemasangan keramik yang demikian dilakukan dengan harapan agar dapat memperbesar gaya gesekan sehingga orang yang berada di atasnya tidak akan mudah terpeleset.
  3. Dinding
  4. Untuk bagian dinding kamar mandi, keramik yang digunakan harus memiliki permukaan yang mengilap atau glossy. Tentu saja penggunaan keramik yang demikian diharapkan kotoran atau air yang menempel mudah dibersihkan. Pada umumnya dinding kamar mandi dipasang dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dari permukaan lantai. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar tembok di atas dinding keramik tidak terkena air. Tembok yang sering terkena air akan mudah berjamur dan cepat rusak.
  1. Keramik untuk eksterior
  1. Lantai
  2. Pada umumnya keramik eksterior dipasang sebagai lantai teras, halaman, carport, atau garasi terbuka. Keramik lantai eksterior umumnya dibuat lebih tebal dan berat Tujuannya karena fungsi keramik tersebut harus dapat menahan beban di atasnya dan harus kuat menahan gesekan. Selain itu, permukaan keramik yang dipasang di lantai bagian luar atau eksterior harus yang tidak rata agar tidak licin di kala hujan.
  3. Dinding
  4. Dinding adalah sebuah konstruksi yang tidak menerima beban sehingga sifatnya hanya sebagai pembatas. Saat ini keramik untuk dinding eksterior rnemiliki motif, tekstur, dan wama yang sangat beragam sehingga memudahkan pemilihan sebagai material penutup dinding. Oleh karena keramik terpasang di luar maka sebaiknya keramik yang digunakan memiliki permukaan tidak mengilap agar tidak terlalu terlihat bila kotor.
Pilih Warna yang Sesuai
Sebenarnya mengenai warna-warna keramik yang dipilih tetap tergantung pada selera pemilik rumah. Bahkan pemilihan warna sering berubah setiap saat sesuai warna yang sedang mode atau tren. Namun, pemilihan warna pada umumnya menjurus pada karakter pemilik rumah atau pemakai ruangan bila di kantor. Adapun warna-warna berdasarkan karakter sebagai berikut.
1).
Warna putih, krem, cokelat muda, biru muda, pink, dan hijau muda menunjukkan karakter lembut, tidak keras kepala.
2).
Warna hitam, hijau tua, cokelat tua, dan biru tua umumnya menunjukkan sifat-sifat yang romantis.
3).
Warna merah menunjukkan sifat pemberani, artinya bersifat sportif.
Selain warna, pemilihan keramik harus disesuaikan dengan keperuntukan ruangan tersebut, yaitu sebagai berikut.
1).
Ruang praktik dokter, ruang kuliah, kamar mandi, dan dapur umumnya menggunakan warna-warna lembut.
2).
Cafe dan restoran pada umumnya menggunakan warna-warna romantis.
3).
Tempat-tempat di luar rumah sebaiknya menggunakan keramik dengan warna yang tahan kotor karena tempat-tempat yang kurang terlindung pasti akan menampung debu.
4).
Kamar tidur pada umumnya menggunakan keramik berwarna lembut sesuai dengan keperuntukan ruangan itu sendiri.
Secara umum biasanya pemilik rumah memilih keramik untuk lantai yang berwarna putih, abu-abu, dan krem. Pemilihan warna tersebut dilandasi bahwa lantai bersifat permanen yang tidak mudah untuk menggantinya. Sementara untuk permainan warna pada keramik polos dapat dikombinasikan dengan karpet yang akan diletakkan di atasnya.
Jangan Salah Pilih Motif
Sebaiknya memilih atau menentukan motif tidak terlalu menyita perhatian, karena masih dapat dikombinasikan dengan selembar karpet yang diletakkan di atasnya, misalnya untuk ruang tamu atau ruang keluarga. Sementara untuk ruang-ruang lain yang luasnya tidak memungkinkan ditambah karpet masih dapat dikombinasikan lagi dengan furnitur atau barang-barang lain yang terletak dalam ruangan tersebut. Akan tetapi, ternyata pemakaian keramik tidak sekadar berfungsi sebagai penutup lantai ataupun dinding saja, tetapi sentuhan-sentuhan yang sifatnya dekoratif sangat diperlukan agar ruangan atau lantai akan lebih terlihat indah dan lebih memperkuat tema ruang yang akan ditampilkan.
  1. Ragam motif keramik
Sebagai pilihan bagi pemilik rumah, berikut ini diulas beberapa motif yang dapat ditampilkan untuk rumah tinggal.
  1. Motif flora
  2. Keramik bermotif flora (bunga atau daun) banyak dijumpai di toko-toko keramik. Keramik bermotif flora ini umumnya berupa keramik buatan tangan. Saat ini keramik buatan tangan sangat disukai karena jiwa pembuatnya lebih dapat dirasakan atau dijiwai.
    Keramik motif flora pada umumnya dipasang sebagai border. Disarankan agar jangan memasang keramik bermotif flora secara luas karena hasilnya akan berlawanan dengan tujuan semula. Motif flora terlihat romantis bila dipakai di kamar mandi dan dapur karena akan lebih menambah kesan artistik. Keramik motif ini umumnya berwarna ungu atau oranye tua dengan dasar biru bunga putih.
  3. Motif tradisional
  4. Keramik bermotif tradisional hingga sekarang masih diburu oleh para penggenarnya. Menurut sejarahnya, keramik dari Arab sangat dipengaruhi oleh agama dan budaya Islam, sedangkan keramik antik dari Yunani dan Italia sangat dipengaruhi oleh cerita mitologi Yunani yang umumnya bergambar dewa-dewi Yunani dan Romawi. Tentunya akan lebih terlihat artistik bila keramik tersebut buatan tangan (by hand) dibandingkan buatan pabrik. Pemasangan keramik bermotif tradisional ini pada umumnya dipasang sebagai border, jangan dipasang secara luas karena nilai-nilai budaya dan arstitiknya akan pudar.
  5. Motif modern kontemporer
  6. Lebih berpenampilan simple sehingga sangat berlawanan dengan motif tradisional. Motif yang bersifat dekoratif lebih ditampilkan tanpa gradasi. Kalaupun bermotif, cenderung motifnya alami atau bebatuan, misalnya bercorak marmer. Pada umumnya motif keramik ini berwarna putih, abu-abu, dan hitam. Oleh karena berpenampilan simple dan berkesan industrial maka motif keramik ini lebih dianggap mewakili semangat modern yang bersifat kontemporer. Motif ini sangat digemari pada hunian-hunian di perkotaan, balk rumah tinggal, hotel, dan apartemen. Namun, bukan berarti rumah di pedesaan tidak menggunakan motif ini. Agar hunian lebih terlihat etnik maka motif modern kontemporer dapat dikombinasikan dengan motif tradisional.
  1. Motif keramik sesuai lokasi pemasangan
Untuk menghindari salah pilih motif maka sebelum dipasang sebaiknya bidang yang akan dipasangkan keramik harus dipolakan terlebih dulu. Adapun beberapa motif keramik yang terkait dengan lokasi pemasangannya sebagai berikut.
  1. Lokasi di luar (eksterior)
  2. Untuk lantai eksterior, pemasangan keramik sebaiknya bermotif dekoratif tradisional dan memiliki permukaan yang tidak licin atau bergradasi. Demikian juga dengan teras sebaiknya menggunakan keramik yang tidak rata. Sementara untuk dinding, keramik sebaiknya polos dengan menambah border keramik bermotif kontemporer atau tradisional pada ketinggian sekitar 1 m. Keramik yang digunakan memiliki permukaan yang licin agar kotoran yang menempel pada dinding dapat cepat turun bersama air hujan.
  3. Lokasi di dalam (interior)
  4. Situasi ruangan harus bisa mencerminkan suasana hati sehingga pemakaian motif keramik sebaiknya juga harus sesuai dengan fungsinya yang dikombinasikan dengan furnitur dan hiasan-hiasan lain yang tersedia.
Sesuaikan Ukuran Keramik dengan Karakter Ruang
Keramik akan tampil sempurna bila pengambilan keputusannya benar. Pada awalnya keramik terbagi menjadi dua fungsi, yaitu keramik lantai (floor tile) dan keramik dinding (wall tile), baik untuk interior (ruang tamu, ruang keluarga, kamar tidur, dapur, kamar mandi, dan sebagainya) maupun untuk eksterior (teras, taman, garasi, dan sebagainya).
Ukuran yang umum tersedia adalah : 20 cm x 20 cm, 10 cm x 20 cm, 30 cm x 20 cm,
30 cm x 30 cm, 40 cm x 40 cm, 45 cm x 45 cm.
Ukuran-ukuran ini memberikan fleksibilitas untuk berbagai kebutuhan bentuk ruangan. Tentu saja ukuran keramik yang dipilih juga harus disesuaikan dengan lokasi pemasangannya, yaitu di dalam atau di luar ruangan dan untuk dinding atau lantai.
Sejalan dengan perkembangan teknologi, bentuk dan ukuran keramik pun hadir makin bervariasi. Bervariasinya keramik saat ini tentu dengan harapan agar tampilannya semakin atraktif sehingga akan menjadikan point of interest bagi yang melihatnya tergantung cara pandang masing-masing yang melihatnya.
Secara global keramik hanya terbagi menjadi dua bentuk, yaitu empat persegi panjang dan bujur sangkar. Memang masih ada bentuk lainnya seperti segi lima, bundar, dan sebagainya, tetapi sifatnya hanya dekoratif.
Dari segi kekuatannya, keramik hanya terbagi menjadi dua jenis. Keramik yang letaknya di luar atau sering disebut public area seperti trotoar, showroom, halaman kantor, dan tempat yang sering dilalui kendaraan dengan frekuensi sangat tinggi harus memiliki daya tahan yang tinggi. Sebagai contoh keramik yang memiliki permukaan kasar, tahan gores, tahan noda, dan tidak licin. Sementara untuk dinding hanya dituntut dari segi keindahan saja dan dengan permukaan yang licin agar kotoran atau air yang menempel cepat larut.
  1. Keramik empat persegi panjang
Keramik empat persegi panjang hadir dalam beberapa variasi. Bahkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengguna maka keramik persegi panjang memiliki beberapa demensi atau ukuran, yaitu kategori sedang berukuran 20cm x 25cm dan 25cm x 33cm serta kategori besar berukuran 32,5cm x 65,6cm dan 33,3cm x 66,6cm.
Keramik empat persegi panjang banyak menjadi pilihan karena dapat membuat ruang sempit terasa lebih lebar bila sisi yang panjang dipasang melintang pada ruang yang sempit. Keramik persegi panjang yang dipasang pada dinding akan membuat dinding terlihat lebih tinggi atau sebaliknya bila arah memanjang dipasang melintang. Keuntungan lain penggunaan keramik persegi panjangadalah pola pemasangannya sangat beragam. Dapat juga pemasangannya dikombinasikan dengan bentuk bujur sangkar.
  1. Keramik bujur sangkar
Keramik bujur sangkar sudah lama ditemukan. Pemakaiannya sangat fleksibel, yaitu dipasang di ruang mana pun dengan bentuk ruangan apa pun akan serasi. Secara visual, keramik bujur sangkar memberikan kesan geometris yang rapi dan teratur.
Keramik bujur sangkar memiliki ukuran yang standar, di antaranya 20 cm x 20 cm, 30 cm x 30 cm, 45 cm x 45 cm. Ruang yang luasnya terbatas akan terlihat lebih luas atau lega bila menggunakan keramik bujur sangkat besar. Hal tersebut disebabkan oleh naat yang terlihat sedikit. Sebaliknya, semakin kecil ukuran keramik akan semakin banyak garis naatnya sehingga ruangan terlihat sempit.
Semoga Bermanfaat

Sunday, 19 May 2013

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional

Dikutip : http://minimalis-id.blogspot.com/2013/03/kamar-mandi-kontemporer.html
Adalah Hafro Italia yang menciptakan berbagai sistem kamar mandi mewah berbeda tidak seperti yang lain. Teknologi mereka jelas canggih. Filsafat mereka menghubungkan produk dengan nuansa alami memberikan sifat air yang baik untuk kesehatan. Gambar dari laut, air terjun dan sumber mata air alami yang kami hadirkan pada galeri produk mereka yang mengiklankan berbagai cara untuk menikmati pengalaman mandi sensasional dengan Kamar Mandi Kontemporer.
Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional dari Hafro Italia

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional
Perusahaan ini memiliki sesuatu yang mungkin Anda inginkan untuk mengubah kamar mandi ke dalam bentuk yang benar-benar sensasional dan memanjakan tubuh.

Terlihat luar biasa dari kamar mandi kecil cantik dan sangat responsif. Penampilan ramping dari masing-masing bilik kamar mandi terbungkus dalam kaca transparan. Bentuk dan volume dari kamar mandi yang bervariasi untuk memungkinkan fleksibilitas dalam penempatan.

Pengalaman Mandi Sensasional Lengkapi Kamar Mandi Mewah Kontemporer

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional
Kamar mandi dengan shower bisa diatur tergantung keinginan pelanggan. Kamar mandi dengan lampu berwarna-warni memberikan terapi cahaya atau terapi warna. Bahkan ada desain kamar mandi yang meniru pengalaman mandi alami saat hujan. tapi bukan air dingin melainkan hujan air hangat dan menyenangkan. Menjelajahi situs Hafro membuka mata kami ketika berkunjung untuk melihat perkembangan terbaru dari pengalaman mandi sensasional kamar mandi kontemporer.

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional dan Bugar

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional
Berikut kamar mandi yang paling fantastis, Hafro juga memproduksi berbagai bak mandi mewah mengesankan. Ini adalah bukan kamar mandi dengan shower, banyak yang multifungsi. Ada bathtub untuk di dalam rumah dan bak air panas yang luar biasa untuk menikmati mandi diluar rumah.

Desain bathtub bergaya modern dari Hafro

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional
Desain bak mandi untuk spa yang menjadi sarana holistik dan kesehatan. Kamar uap dapat digunakan untuk perawatan aromaterapi dan santai atau bahkan untuk phitotherapy yang merupakan tumbuhan alami.

Rumah SPA dengan Baths Hafro

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional

Desain Bathtub Mewah dari Hafro

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional

Desain Mewah Bath dari Hafro

Kamar Mandi Kontemporer Ciptakan Pengalaman Mandi Sensasional

Tips Menjaga Kebersihan di Rumah

Ada pepatah yang mengatakan kalau rumah anda adalah cerminan kepribadian penghuninya. Oleh sebab itu, untuk memperlihatkan kepribadian yang baik dan menyenangkan, tidak ada salahnya anda merawat kebersihan setiap sisi rumah anda. Mulai dari halaman, ruang tamu, lantai dan dinding serta kamar mandi,
 
Selain menjadi cerminan sifat pemiliknya, rumah yang bersih dan rapi juga membuat anda sebagai penghuni menjadi nyaman dan betah menghabiskan waktu di dalam rumah. Oiya, yang dimaksud kebersihan di sini tidak hanya dari debu tetapi juga merawat keutuhan rumah misalnya cat yang menggelupas atau bocor di kamar mandi.

Nah, untuk mengetahui cara-cara merawat keindahan dan kenyamanan rumah anda, berikut ini ada beberapa tips yang bisa anda praktekkan.

  • Membersihkan kerak yang menempel pada lantai kamar mandi
Masalah yang sering timbul di kamar mandi anda adalah kerak membandel yang menempel dan susah dihilangkan. Bila selama ini anda sudah mencoba membersihkan dengan banyak cara, baik digosok dengan sabun atau batu, ini dia cara ampuh yang bisa anda gunakan untuk membersihkan lantai kamar mandi. Gosok kerak yang membandel dengan batu apung dan air sabun kemudian bilas dengan air hingga bersih. Dan untuk membersihkan baknya, anda bisa menggunakan citoenzuur (asam sitrat) yang ditaburkan pada dinding dalam atau luar dan dasar bak mandi yang sudah dibasahi sebelumnya. Setelah ditaburi, anda diamkan selama satu jam hingga asam sitratnya bereaksi. Kemudian, sikan dan siram dengan air bersih dan bilas. Selanjutnya keringkan dengan lap kering. Oiya, asam sitrat atau biasa disebut juga sitrun yang berbentuk bubuk berwarna putih tersebut bisa anda beli di toko perlengkapan kue.
 
  • Memperbaiki lantai keramik yang retak
Lantai keramik retak dilepas dengan hati-hati agar keramik yang masih utuh tidak ikut terlepas. Nat dikorek dengan benda tajam. Setelah itu pasangan lantai dilepas atau dipecah sampai ke dasar, dibuat dasar lantai, kemudian keramik lantai pengganti dipasang.
 
Jika nat lantai keramik yang rusak, nat dibersihkan dahulu dengan cara dikorek.
Kemudian nat disiram dengan air bersih. Selanjutnya celah nat diisi dengan campuran yang agak cair dan biarkan meresap sampai ke dalam. Pada waktu isian tadi masih setengah kering, diikuti dengan campuran yang lebih kental dan ditekan agar padat. Sebelum isian tersebut mongering, sisa-sisa bahan pengisi yang tercecer di permukaan lantai dilap dengan lap kering.
 
  • Mengecat dinding agar tidak mudah mengelupas
Agar lapisan cat pada dinding tidak mudah mengelupas maka penggunaan plamur harus dibatasi hanya sebagai penutup retak-retak rambut yang halus pada dinding. Seringkali kita melakukan kesalahan yaitu menggunakan plamur sebagai lapisan cat dasar. Bahan plamur tidak dibuat untuk mengikat cat sehingga kalau tetap digunakan dalam proses pengecatan, maka cat akan mudah mengelupas. Waktu pengecatan pada dinding harus dipilih dengan hati-hati.
 
Jika pengecatan dilakukan pada kondisi hujan, cat akan butuh waktu lama untuk mengering. Begitu pula jika pengecatan dilakukan pada kondisi matahari sangat terik, hasilnya juga kurang bagus. Hasil pengecatan di bagian luar (permukaan dinding) akan mongering lebih dahulu daripada bagian dalam. Hal ini berpotensi menyebabkan cat retak, menggelumbung atau mengelupas. Waktu ideal untuk melakukan pengecatan adalah pada kondisi kering dan tidak pada saat matahari bersinar sangat terik.
 
  • Memaku dinding tanpa retak
Seringkali kita memaku dinding untuk mengantungkan pigura atau aksesoris rumah tangga, namun kita dapati dingding menjadi retak. Hal ini terjadi bukan karena campuran spesi yang kurang bagus tapi karena kita belum mengetahui cara memaku dinding yang benar. Caranya adalah dengan memberikan selotip silang pada dinding sebelum permukaan tembok dipaku, baru kemudian dipaku pada bagian tengah persilangan selotip tadi. Setelah selesai, selotip dilepaskan secara perlahan sesuai kebutuhan.
 
Jika bahan dinding kurang berkualitas, maka jika dipaku, dinding akan rontok. Cara untk mengatasinya adalah siramkan dua sampai tiga sendok makan cuka pada bagian dinding yang hendak dipaku. Tunggu sampai kering baru kemudian dinding dapat dipaku.
 
  • Merawat kusen pintu dan jendela
Kusen dan jendela rumah anda, kadang menjadi sasaran empuk binatang rayap yang membuat kayu pada kusen dan jendela anda menjadi rapuh. Nah, untuk mengatasi hal ini, caranya adalah dengan mencampur 3 Oli dan 1 solar kemudian diaduk sampai rata. Campuran tersebut dioleskan merata keseluruh permukaan kayu sampai campuran oli dan solar tersebut benar-benar kering. Setelah itu dilakukan pengecatan pada permukaan kayu. Dapat pula sebelum dicat, permukaan kayu dilapisi obat anti jamur untuk mencegah serangan dari rayap.
 
  • Membasmi jamur
Untuk mengatasi jamur ringan dan belum lama menyerang bagian-bagian rumah pada dinding dan plafon atau bahkan perabot rumah, dapat digunakan cuka, fungisida (pembasmi jamur) atau cairan disinfektan. Caranya, kain lap ditetesi cuka, disapukan pada bagian yang terserang jamur secara perlahan-lahan agar spora jamur tidak beterbangan kemana-mana. Penyapuan diulangi dengan cuka dan kain lap baru. Sikat tidak disarankan untuk membersihkan jamur karena akan membuat spora menyebar ke tempat lain, misalnya menempel pada perabot, sofa atau terhirup oleh manusia.
 
Jika serangan jamur sudah lama dan cukup berat, misalnya pada plafon akibat
bocor, segera diperbaiki kebocorannya dan diganti plafonnya atau dicat ulang. Instalasi sanitasi juga perlu dijaga dari kerusakan dan bocor agar tidak menjadi penyebab munculnya jamur.

Dikutip : http://carapedia.com/tips_menjaga_kebersihan_rumah_info3560.html